5 Perubahan Jalur Pendakian Gunung Papandayan [Update Juli 2019]

5 Perubahan jalur pendakian gunung Papandayan (terbaru 2019)

Secara umum jalur pendakian gunung Papandayan yang baru sama dengan jalur ketika awal dikelola PT. AIL.

Namun terakhir, jalur pendakian TWA Papandayan ini sudah ada beberapa perubahan.

Perubahan pertama

Perubahan pertama terdapat pada trek awal dari parkiran di jalan beraspal menuju kawah. Sekarang jalan aspal ini dibagi dua lajur yang dibatasi oleh tambang sampai hampir ke ujung jalan aspal Pondok Gede.

Lajur kiri (dari arah parkiran) untuk motor, lajur kanan (dari arah parkiran) untuk pendaki/ pejalan kaki. Kalau akhir pekan atau hari libur, motor ramai kaya di jalan raya.

Ternyata, motor-motor tadi adalah ojek rute parkiran – kawah. Ongkosnya Rp. 40.000 – Rp. 50.000 PP. Di dekat kawah sekarang ada semacam pangkalan tukang ojek pengkolan.

View this post on Instagram

Jalur pendakian gunung Papandayan, trek kawah.

A post shared by Garut Adventure (@official_garutadventure) on

Sehabis jalan aspal, jalur motor dan pendaki dipisah pada trek nanjak. Pendaki melewati tangga, motor melewati jalur khusus yang bisa dilalui kendaraan roda dua. Selebihnya melewati jalur yang sama.

Kalau motor si komo lewat, pendaki terpaksa harus minggir.

Selain ojek online ke kawah, ada juga ojek barang (porter) ke Ghober Hoet dan Pondok Saladah. Motor ini biasanya khusus membawa barang-barang pendaki.

Operator wisata biasanya menggunakan jasa porter motor untuk mengangkut barang-barang ke camping ground.

Adanya jasa ojek dan porter motor ini tidak terlepas dari dua sisi.

Satu sisi membantu bagi mereka yang membutuhkan jasa ojek, seperti orang tua, balita, operator wisata dan evakuasi pengunjung yang sakit.

Di sisi lain, pendakian jadi kurang nyaman karena sering berpapasan dengan motor.

Perubahan kedua

Setelah Pos 7 ada jalan datar, mentok sampai ada batu besar lalu turun ke arah kanan (jalur lama). Jika lurus jalannya buntu karena putus tertimpa longsor besar.

Nah sekitar 15 meter setelah turun, di situ ada persimpangan. Jalur lurus (ke kanan) diubah jadi jalan motor. Sementara pendaki harus ke jalur kiri.

Dua jalur ini akan ketemu sebelum sungai kecil.

Perubahan ketiga

Pendaki tidak lagi melewati trek sungai kecil yang disusul dengan jalan sempit. Tepat di atas sungai, sudah tersedia jembatan dan jalan pintas sehingga pendaki tidak lagi melewati jalan sempit di atas sungai.

Perubahan keempat

Setelah melewati jembatan tadi terdapat jalan datar. Awalnya pendaki lewat jalan lurus (kiri). Sekarang trek itu jadi jalan motor.

Jalur khusus pendaki sudah dibuatkan jalan baru. Arahnya ke sebelah kanan.

Di depan terdapat jalan bercabang, ke kiri jalur landai dan lurus ke atas jalur terjal. Jalur terjal jaraknya ke jalan batu lebih cepat dibanding jalur landai tapi tanjakannya aduhai.

Perubahan kelima

Perubahan kelima ada di trek dari Ghober Hoet ke Pondok Saladah.

Beberapa meter dari Ghober Hoet, tepatnya di jalan yang banyak slang air jalur pendaki dialihkan ke sebelah kiri. Sedangkan jalan yang dulu sering dilalui kini jadi jalan motor.

Jalur pendaki dan jalan motor akan bertemu di tempat yang biasa dikunjungi untuk melihat sunrise. Dari sini ke Pondok Saladah jaraknya sudah dekat. Hanya tinggal berjalan (mudun) beberapa menit saja.

Jarak radius

Jarak dari parkiran ke kawah = 700 meter

Jarak dari parkiran ke hutan mati = 1,7 km

Jarak dari parkiran ke Ghober Hoet = 2 km

Jarak dari parkiran ke Pondok Saladah = 2,3 km

Jarak dari Ghober Hoet ke Pondok Saladah = 300 meter

Halaman selanjutnya >>

Cara pendaftaran camping di TWA Gunung Papandayan.

BERIKAN ULASAN, UPDATE ATAU KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here