12 Contoh Logistik dan Menu Makan di Gunung Untuk 2 Hari

JELAJAHGUNUNG.COM, Logistik dan menu makan di gunung harus diperhatikan karena menyangkut kesehatan tubuh. Menunya jangan mie instan terus, coba menu yang lain.

Jenis makanan sesuai selera masing-masing. Standarnya bukan sekadar enak dan mengenyangkan. Tetapi harus mengandung kalori dan gizi yang cukup.

Porsi makan yang dianjurkan Rasulullah SAW

Kalau saya, bekal makanan untuk di gunung itu harus empat sehat lima sempurna. Enam wareg (kenyang). Padahal makan tidak boleh berlebihan, nanti engap dan perut mules minta BAB.

Dikutip dari laman muslim.or.id, dari Miqdam bin Ma’di Karib beliau menegaskan bahwasanya beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.”

(HR. Ibnu Majah no. 3349 dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah no. 2720)

logistik dan menu makan di gunung

Mendaki gunung merupakan olahraga yang terbilang berat. Perjalanan panjang, nanjak dan memikul beban hidup berat di pundak membuat energi mudah terkuras.

Oleh sebab itu, perlu asupan makanan dan minuman yang bergizi dan mudah dicerna agar dapat mengganti kalori.

Adapun mengenai jumlah atau berapa banyak makanan yang harus dibawa, itu tergantung dari berapa lama pendakian.

Dari awal harus sudah diperhitungkan, berapa lama akan mendaki (dari start sampai turun lagi). Selama waktu tersebut, kamu butuh makan berapa kali dan minum berapa liter?

Sekali makan biasanya beras habis berapa gram, minum berapa gelas. Itu bisa dihitung sendiri berdasarkan kebiasaan masing-masing.

Namun begitu, seperti sudah diutarakan di awal. Semua harus diperhitungkan secara matang dan proporsional.

Dikutip dari muslim.or.id, Ibnu Muflih mengatakan, dalam al-Adab as-Syar’iyyah 3/183-185 bahwasanya Ibnu Abdil Barr dan ulama yang lain menyebutkan bahwa Umar bin Khatthab pada suatu hari pernah berkhutbah, dalam khutbahnya beliau mengatakan,

“Jauhilah kekenyangan karena sesungguhnya kekenyangan itu menyebabkan malas untuk shalat dan bahkan badan malah menjadi sakit. Hendaknya kalian bersikap proporsional dalam makan karena hal tersebut menjauhkan dari sifat sombong, lebih sehat bagi badan dan lebih kuat untuk beribadah. Sesungguhnya seseorang itu tidak akan binasa kecuali ketika dia mengatakan keinginannya daripada agamanya.”

Daftar contoh logistik untuk mendaki

  1. Beras
  2. Sarden/ ikan asin
  3. Tempe/ tahu
  4. Kangkung/ wortel/ kembang kol
  5. Abon
  6. Telur
  7. Krupuk
  8. Kornet
  9. Minyak goreng
  10. Bumbu (garam, tomat, bawang merah, bawang daun, bawang putih, gula merah, cabe, dll.)
  11. Camilan (cokelat, roti)
  12. Kopi/ sereal/ suhe alias susu jahe (sesuai selera)

Royal ya seperti yang mau hajatan?

logistik dan menu makan di gunung sehat

Contoh menu 3x makan di gunung untuk (2 hari 1 malam)

Sebagai contoh, menu makan di gunung antara lain:

Makan pertama

Biasanya makan di kaki gunung sebelum treking. Menunya bisa terdiri atas nasi, daging/ ikan, sayur yang dibeli/dibungkus dari warung nasi (biar simpel). Kalau masak dulu terlalu lama.

Dengan makan dulu di lereng gunung, bisa mengurangi beban saat mendaki. Keuntungan membawa nasi bungkus, bisa menghemat bahan bakar dan logistik untuk pendakian.

Halaman selanjutnya >>

BERIKAN ULASAN, UPDATE ATAU KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here