Kisah Mistis dan Cerita Misteri Gunung Cikuray, Iih Sereeem…!

JELAJAHGUNUNG.COM, Setiap gunung di mana pun, memiliki sejarah dan cerita misterinya masing-masing. Pun Gunung Cikuray di Garut. Ada beberapa cerita misteri gunung Cikuray berdasarkan pengakuan Pendaki.

Jujur saya kurang suka kalau harus bercerita tentang misteri gunung. Soalnya kalau naik suka keingat.

Postingan ini tidak dibuat untuk menakut-nakuti, tetapi untuk bahan gambaran agar kita tidak gegabah selama melakukan pendakian.

Naik gunung juga ada adab dan etikanya. Silakan cari tahu 17 adab dan etika mendaki gunung yang perlu kamu tahu.

Apa itu misteri?

Menurut wikipedia, misteri adalah sesuatu yang belum diketahui dengan pasti dan menarik keingintahuan orang-orang. Misteri biasanya dikaitkan dengan kejadian-kejadian horor dan supranatural.

Apa beda misteri dan mistis?

Masih dikutip dari wikipedia, menurut asal kata mistik berasal dari bahasa Yunani mystikos yang artinya rahasia, serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman.

Kisah Mistis dan Cerita Misteri Gunung Cikuray

Cerita misteri dan mistis di gunung Cikuray juga merupakan sesuatu yang belum pasti. Boleh jadi iya, bisa jadi juga tidak ada. Misalnya cerita hanya rekayasa si pembuat cerita dengan maksud tertentu.

Beda lagi dengan mahluk gaib. Itu sudah pasti ada karena di kitab suci Al-Qur’an juga disebutkan. Mahluk gaib yang suka mengganggu/menggoda manusia jin dan setan namanya.

Kalau hantu?

Allahu ‘alam

Kisah Mistis di Gunung Cikuray

Menurut kisah mistis gunung Cikuray yang saya baca dari Pikiran Rakyat, disebutkan Gunung Cikuray menyimpan kisah sejarah. Yaitu perlawanan Tentara Nasional Indonesia terhadap penjajah Belanda yang terjadi pada tahun 1947-1949.

Gunung Cikuray menjadi daerah gerilya pasukan TNI Yon 32/Garuda Hitam yang dipimpin Mohamad Rivai. Pasukan TNI itu melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda pasca-Agresi Militer I ”Operasi Produk” 21 Juli-5 Agustus 1947.

Kolonel Purnawisaran TNI Mohamad Rivai menulis sebuah kisah mistis di Gunung Cikuray. Ketika itu menjadi kapten pasukan Yon 32/Garuda Hitam.

Cerita Kapten Rivai ini ditulis dalam buku Tanpa Pamrih, Kupertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Intermasa Jakarta tahun 1984, yang disimpan di Perpustakaan Pusat ­Disjarah TNI-AD.

Disebutkan, gunung Cikuray dikenal sebagai lokasi angker dan oleh sebagian orang dianggap keramat. Di gunung tertinggi Garut ini juga banyak kejadian aneh yang tak masuk akal.

Peristiwa mistis itu dialami oleh 30 orang tentara anggota batalion 32/Garuda Hitam yang nekad melakukan praktik klenik.

30 anggota TNI mengalami kesurupan masal. Itu terjadi setelah mereka membandel melakukan pemujaan kepada makam Eyang Soeropandji dan sebuah batu besar di Gunung Cikuray.

Padahal sebelumnya Kapten Rivai sudah melarang keras praktik kelink yang dilakukan anak buahnya.

Disebutkan, para tentara yang melakukan praktik pemujaan itu mencari “rotan wulung” dan “cincin wulung”. Kedua bentu itu diyakini ada di makam Eyang Suropandji dan makam istrinya di Gunung Cikuray.

Konon, barang­siapa yang memiliki kedua benda tersebut akan kuat, kebal peluru aneka segala bentuk racun, terkenal, dll.

Kapten Rivai menyaksikan kesuraupan masal dan kejadian mengeri­kan.

Ketika sedang hebat-he­batnya 30 orang tentara pe­laku mistik itu kesu­rupan massal, Kapten Rivai langsung menendang betis pimpinan kelompok kesurupan sehingga semuanya menjadi sadar kembali.

Kapten Rivai kemudian marah besar. Ia menilai kegiatan mistik dinilai membahayakan perjuang­an pihak Indonesia. Ia pun mengancam akan menembak mati anak buahnya ­jika ada yang melanjutkan praktik mistis.

Namun ternyata di antara 30 orang tentara tersebut masih ada yang bandel, tetap melakukan praktik mistik, yaitu Let­da Achmad Ronotirto.

Alasannya, ia mendapat bisikan dari Eyang Soero­pandji saat sedang di makamnya dan merasa dikelilingi banyak bidadari. Tetapi akan dijadikan wadal demi kemenangan melawan Belanda.

Diketahui, kejadian mistis yang diceritakan tadi berada di sekitar jalur pendakian gunung Cikuray via Pemancar/ Dayeuh Manggung, Cilawu.

Kisah ini terjadi beberapa hari menjelang Perjanjian Renville, 17 Januari 1948, atau jika dihitung tahun 2019 ini sudah 71 tahun lalu.

Halaman selanjutnya >>

Cerita misteri pendaki gunung Cikuray via Pemancar.

BERIKAN ULASAN, UPDATE ATAU KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here